Review Film The Hunted. Film The Hunted (2003) yang disutradarai William Friedkin tetap jadi thriller aksi yang intens dan underrated, meski sudah lebih dari dua dekade berlalu. Dibintangi Tommy Lee Jones sebagai L.T. Bonham—mantan instruktur pelacak elit militer yang pensiun—dan Benicio del Toro sebagai Aaron Hallam—mantan muridnya yang kini jadi pembunuh liar akibat trauma perang Kosovo—film ini berfokus pada perburuan di hutan Oregon. Bonham dipanggil FBI untuk tangkap Hallam yang mulai bunuh pemburu dengan cara brutal, mengubahnya jadi permainan kucing-tikus tanpa ampun. Dengan durasi 94 menit dan rating R, film ini tawarkan ketegangan tanpa henti serta duel pisau yang brutal, cocok bagi penggemar manhunt thriller. INFO TOGEL
Plot dan Tema Trauma Perang: Review Film The Hunted
Cerita dimulai dengan misi Hallam di Kosovo 1999, di mana ia bunuh target tapi saksikan pembantaian sipil, meninggalkan trauma mendalam. Kembali ke Amerika, Hallam jadi vigilante anti-pemburu modern—ia anggap mereka tak adil pakai senjata canggih—dan bunuh empat pemburu dengan pisau, filleting mereka seperti hewan. FBI panggil Bonham, yang pernah latih Hallam jadi pembunuh tanpa jejak, untuk tangkapnya. Bonham awalnya enggan—ia sudah pensiun di British Columbia—tapi akhirnya ikut karena rasa tanggung jawab atas “murid” yang rusak. Plotnya mirip The Fugitive tapi lebih gelap, dengan Bonham kejar Hallam di hutan Silver Falls, Oregon, penuh jebakan dan pertarungan fisik. Tema utama trauma perang dan konsekuensi melatih pembunuh jadi inti, meski disampaikan lewat aksi daripada dialog panjang.
Aksi dan Performa Aktor Utama: Review Film The Hunted
Aksi jadi kekuatan film ini: Friedkin buat chase scene yang realistis dan brutal, tanpa efek CGI berlebih. Duel pisau final di depan air terjun ikonik—Jones dan del Toro lakukan sendiri—penuh ketegangan, dengan gerakan cepat, darah, dan suara alam yang mencekam. Tommy Lee Jones tampil matang sebagai Bonham yang enggan tapi efisien, sementara Benicio del Toro beri performa menyeramkan sebagai Hallam yang gila tapi punya alasan—ia unhinged tapi relatable. Connie Nielsen sebagai agen FBI Abby Durrell beri dukungan solid, meski peran terbatas. Sinematografi Caleb Deschanel tangkap keindahan hutan sekaligus bahayanya, bikin setting terasa hidup dan menekan.
Kelemahan dan Penerimaan
Meski aksi memuaskan, film ini dapat kritik karena plot tipis dan akhir yang terasa formulaik. Beberapa bilang terlalu mirip First Blood—dengan veteran trauma jadi pembunuh—tanpa tambah inovasi cukup. Saat rilis, penerimaan campur: Rotten Tomatoes 30% positif dari kritikus, Metacritic 40/100, tapi penonton kasual beri nilai lebih tinggi karena ketegangan dan performa Jones-del Toro. Box office $46 juta dari budget $55 juta, jadi rugi kecil. Namun, seiring waktu, film ini dapat apresiasi sebagai thriller manhunt lean dan mean, terutama duel pisau yang brutal dan pendekatan realistis Friedkin pada kekerasan.
Kesimpulan
The Hunted adalah thriller aksi yang solid dengan performa kuat Tommy Lee Jones dan Benicio del Toro, serta aksi brutal yang terasa nyata di hutan liar. Meski plot sederhana dan akhir predictable, film ini berhasil jadi cat-and-mouse chase yang intens tanpa gimmick berlebih. Di era sekarang, ia tetap layak ditonton bagi penggemar manhunt thriller atau Friedkin—bukti bahwa sutradara legendaris bisa buat aksi tanpa embel-embel mewah jadi menghibur. Klasik underrated yang pantas dapat tempat di koleksi aksi 2000-an.

