review-film-mr-beans-holiday

Review Film Mr. Bean’s Holiday

Review Film Mr. Bean’s Holiday. Film Mr. Bean’s Holiday yang dirilis pada 2007 masih sering muncul dalam obrolan hiburan hingga akhir 2025, apalagi dengan peringatan 35 tahun karakter Mr. Bean dan kembalinya seri animasi baru tahun ini. Petualangan kedua Mr. Bean di layar lebar ini menceritakan seorang pria canggung yang memenangkan liburan ke pantai selatan Prancis, lengkap dengan kamera video dan uang saku. Perjalanan yang seharusnya santai berubah jadi serangkaian kekacauan lucu saat ia tanpa sengaja memisahkan seorang anak laki-laki dari ayahnya, lalu berusaha menyatukan mereka kembali sambil menuju Cannes. Dengan durasi sekitar 90 menit, film ini penuh humor visual tanpa dialog panjang, mengandalkan ekspresi wajah dan slapstick khas. Di era di mana komedi ringan lagi dicari untuk relaksasi, film ini tetap jadi pilihan favorit untuk ditonton ulang, terutama saat liburan akhir tahun. BERITA BOLA

Petualangan Kocak Sepanjang Perjalanan: Review Film Mr. Bean’s Holiday

Alur Mr. Bean’s Holiday sederhana tapi brilian dalam menghadirkan kekacauan bertubi-tubi. Mulai dari stasiun kereta di Paris, Mr. Bean salah naik turun hingga memisahkan anak kecil bernama Stepan dari ayahnya. Dari situ, ia bertualang melintasi Prancis dengan berbagai cara: naik kereta, bus, sepeda, hingga hitchhiking bersama seorang aktris pemula. Adegan ikonik seperti makan seafood yang salah paham di restoran, menyanyi playback lagu opera di jalan, atau mengacaukan syuting iklan jadi sumber tawa utama. Puncaknya di Festival Film Cannes, di mana video diary amatir Mr. Bean malah diputar di layar besar, membawa resolusi manis untuk semua karakter. Cerita terinspirasi dari film klasik Prancis, tapi dikemas dengan humor universal yang membuat penonton tersenyum sepanjang film tanpa merasa lelah.

Performanya Rowan Atkinson yang Legendaris: Review Film Mr. Bean’s Holiday

Inti kesuksesan film ini tentu saja ada pada Rowan Atkinson sebagai Mr. Bean. Dengan minim dialog—hampir seluruhnya visual—ia berhasil membuat karakter canggung tapi baik hati ini begitu menghibur. Ekspresi wajah elastis, gerakan tubuh atletis, dan timing komedi sempurna membuat setiap mishap terasa segar. Dukungan dari pemeran lain seperti Max Baldry sebagai anak kecil yang lucu, Emma de Caunes sebagai aktris yang ikut terlibat, hingga cameo Willem Dafoe sebagai sutradara snob menambah warna. Chemistry antara Mr. Bean dan Stepan terasa hangat, mengubah komedi murni jadi ada sentuhan emosional tentang persahabatan tak terduga. Sutradara Steve Bendelack pintar menjaga tempo cepat, sehingga humor slapstick tidak pernah terasa berulang atau membosankan.

Warisan dan Daya Tahan di Masa Kini

Meski rilis hampir dua dekade lalu, Mr. Bean’s Holiday tetap relevan di 2025 berkat ulang tahun besar karakter Mr. Bean dan antusiasme terhadap seri animasi yang baru kembali. Film ini sukses besar saat tayang, meraup ratusan juta dolar dengan anggaran minim, dan sering dipuji sebagai lebih baik daripada petualangan layar lebar pertamanya. Humor tanpa bahasa membuatnya mudah dinikmati lintas generasi dan budaya, cocok untuk keluarga atau saat butuh tawa ringan. Di tengah diskusi online tentang komedi klasik, banyak yang rewatching film ini dan menemukan kembali pesona sederhananya. Meski tak ada sekuel live-action baru, warisannya kuat sebagai salah satu komedi perjalanan terbaik, membuktikan bahwa tawa visual timeless tak pernah ketinggalan zaman.

Kesimpulan

Mr. Bean’s Holiday adalah komedi klasik yang patut direkomendasikan untuk siapa saja yang ingin hiburan murni tanpa komplikasi. Dengan petualangan kocak, performa legendaris Rowan Atkinson, dan warisan abadi, film ini berhasil menghadirkan kegembiraan sederhana yang langka. Di akhir 2025 yang penuh perayaan Mr. Bean, saatnya nonton ulang atau perkenalkan ke generasi baru—dijamin bakal bikin hari lebih cerah dengan tawa tak henti. Film seperti ini yang mengingatkan betapa menyenangkannya komedi tanpa kata-kata berlebih.

BACA SELENGKAPNYA DI..

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *