review-film-the-deal

Review Film The Deal

Review Film The Deal. Film The Deal (2023) karya Lee Won-tae menjadi salah satu crime thriller Korea Selatan yang paling stylish dan unpredictable di tahun rilisnya. Cerita berpusat pada Lee Jun-seong, detektif Seoul yang nekat culik tersangka pembunuh berantai untuk paksa pengakuan, tapi malah terjebak dalam permainan psikologis yang lebih besar. Dibintangi Yoo Seung-ho sebagai Jun-seong, Kwon Il-yong sebagai tersangka Min-woo, dan Kim Dong-hwi sebagai teman korban, film ini raih sukses moderat di box office dengan rating tinggi dari penggemar genre. Hingga 2025, The Deal tetap dipuji atas twist cerdas, visual neon yang memukau, dan kritik halus terhadap obsesi polisi serta media sensasional. Thriller ini bukti Lee Won-tae, setelah The Gangster, the Cop, the Devil, jago ciptakan cat-and-mouse game yang tak biasa. BERITA BOLA

Plot dan Twist yang Tak Terduga: Review Film The Deal

Cerita dimulai saat Jun-seong, detektif muda yang frustrasi karena kasus pembunuh berantai mandek, culik Min-woo—pria yang ia yakin pelaku—dan bawa ke apartemen kosong untuk interogasi pribadi. Awalnya terasa seperti balas dendam sederhana, tapi cepat berubah jadi permainan psikologis saat Min-woo mulai balik kendali. Teman korban, Jae-hyo, ikut terlibat tanpa sengaja, tambah lapisan komplikasi.

Lee Won-tae bangun plot dengan ritme naik-turun: momen tenang penuh dialog tegang berganti adegan kekerasan mendadak. Twist datang berlapis—identitas sebenarnya, motif, dan siapa yang benar-benar manipulasi siapa—bikin penonton terus ragu sampai akhir. Film ini hindari aksi berlebih, fokus pada ruang terbatas dan permainan pikiran, mirip Oldboy tapi dengan nuansa modern dan neon. Endingnya ambigu tapi memuaskan, tinggalkan pertanyaan moral tentang batas keadilan pribadi.

Akting dan Dinamika Karakter: Review Film The Deal

Yoo Seung-ho luar biasa sebagai Jun-seong: detektif ambisius yang awalnya yakin benar, tapi perlahan hancur secara mental. Transformasinya dari pengendali jadi korban terasa nyata dan menyakitkan. Kwon Il-yong mencekam sebagai Min-woo: tersangka yang charming tapi dingin, dengan senyum licin yang bikin penonton curiga setiap kata-katanya. Kim Dong-hwi beri keseimbangan sebagai Jae-hyo: pria biasa yang terjebak, tambah humor hitam dan emosi manusiawi.

Dinamika trio ini jadi inti: ruang terbatas apartemen ciptakan ketegangan seperti teater, di mana setiap dialog penuh ancaman tersirat. Yoo Seung-ho dan Kwon Il-yong punya chemistry antagonistik kuat—tatapan mata dan jeda bicara saja sudah bikin merinding. Akting mereka buat karakter abu-abu terasa hidup: tak ada hero murni, semua punya motif egois dan trauma.

Arahan dan Elemen Teknis

Lee Won-tae tunjukkan visi stylish: visual neon biru-merah dominan ciptakan atmosfer claustrophobic dan mimpi buruk, kontras dengan kekerasan mentah. Sinematografi fokus close-up wajah dan detail kecil seperti keringat atau darah, tambah intensitas psikologis. Editing cerdas mainkan tempo—lambat saat dialog, cepat saat chaos—tanpa kehilangan momentum.

Skor elektronik minimalis dukung paranoia, sementara lokasi apartemen sempit jadi karakter sendiri. Film ini kritik halus pada obsesi polisi, sensasionalisme media, dan batas moral saat hukum gagal. Kekerasan grafis tapi tak gratisan—setiap pukulan punya konsekuensi emosional. Pada 2025, elemen teknisnya masih segar, terutama cara sutradara ubah ruang kecil jadi arena permainan pikiran yang mencekam.

Kesimpulan

The Deal adalah crime thriller stylish yang campur ketegangan psikologis, twist cerdas, dan visual neon memukau. Lee Won-tae ciptakan permainan kucing-tikus di ruang terbatas yang bikin penonton ikut sesak, dukung akting top Yoo Seung-ho dan Kwon Il-yong yang bikin karakter kompleks terasa nyata. Film ini tak cuma suspense—ia tanya batas keadilan dan obsesi manusia dengan cara halus tapi dalam. Wajib tonton bagi penggemar thriller Korea yang suka cerita intim tapi intens tanpa aksi berlebih. Pada akhirnya, The Deal ingatkan bahwa kesepakatan dengan iblis—atau diri sendiri—selalu punya harga tak terduga. Film solid yang tetap bikin mikir dan tegang bertahun-tahun kemudian.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *